Home News Nasional
Nasional
PII: Penggunaan Nuklir Sejalan dengan Inpres PDF Print E-mail
Written by Engineer   
Sunday, 30 May 2010 11:10

Ketua Umum PII, Muhammad Said DiduPersatuan Insinyiur Indonesi (PII) menilai, pemanfaatan teknologi berbasis tenaga nuklir dapat menjadi solusi dalam penyediaan energi nasional dalam jangka panjang, dan sejalan dengan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2010. “Untuk jaminan pasokan energi jangka panjang (longterm energy security of supply), terobosan untuk memanfaatkan energi nuklir merupakan langkah yang paling tepat,” kata Ketua Umum PII, Muhammad Said Didu, di Jakarta, Senin (8/3).

Dalam keterangan persnya, Said menjelaskan, Instruksi Presiden No 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010, mengedepankan delapan prioritas, antara lain program ketahanan energi. “PII menyambut baik Inpres tersebut, yang mendorong agar masyarakat memahami perlunya pengembangan energi nuklir,” kata Said.

Ia menjelaskan, seperti yang menjadi rekomendasi PII, bahwa pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir makin minim limbah karena telah ada teknologi daur ulang limbah yang aman. Said menggambarkan, kapasitas terpasang pembangkit listrik Indonesia saat ini sekitar 30.000 MW, sementara kebutuhan kapasitas terpasang tahun 2014 diperkirakan berkisar 56.000 MW.

Untuk mengejar ketertinggalan dan target tersebut, pemerintah telah mencanangkan program pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap pertama dan kedua. Jika megaproyek itu terwujud pada lima tahun mendatang, maka total pasokan listrik akan mencapai sekitar 50.000 MW. Akan tetapi dengan tingkat pertumbuhan 10 persen per tahun, maka kebutuhan energi listrik pada 2025 akan menjadi dua kali lipat daripada saat ini.

Last Updated on Sunday, 30 May 2010 11:17
Read more...